Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan IV-2014 masih tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 11,13%, lebih rendah dari SBT triwulan sebelumnya sebesar 11,25% dan 12,61% pada triwulan IV-2013. Perlambatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian (SBT -1,76%). Secara umum, perlambatan kegiatan usaha belum berdampak pada kapasitas produksi terpakai triwulan IV-2014 yang berada di level 78,26%, relatif tidak mengalami perubahan dari 78,18% pada triwulan sebelumnya. Pada triwulan I-2015, kegiatan usaha diperkirakan akan menguat dengan SBT sebesar 17,76%.
Kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan IV-2014 terindikasi mengalami kontraksi sebagaimana ditunjukkan oleh Prompt Manufacturing Index (PMI) yang sebesar 49,84. Kontraksi terutama terjadi pada indeks volume pesanan (46,79) dan indeks penerimaan barang input (47,88). Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas perusahaan pada triwulan IV-2014 masih cukup baik meskipun mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada triwulan sebelumnya.
Tekanan harga jual pada triwulan IV-2014 meningkat cukup tajam sebagaimana terindikasi dari kenaikan SBT menjadi 26,36%, dibandingkan 16,15% pada triwulan sebelumnya. Hasil survei mengkonfirmasi bahwa kenaikan harga jual pada triwulan IV-2014 antara lain sebagai dampak kenaikan harga BBM bersubsidi yang menyebabkan kenaikan biaya operasional perusahaan.
sumber : bank indonesia
0 komentar:
Posting Komentar